Petakan jenis kedatangan ke kantor
Bedakan tamu dengan janji, pengunjung yang perlu bertanya, pengiriman barang serta staf yang lewat. Catat jumlah kedatangan yang dapat berlangsung bersamaan. Lokasi menunggu dan penempatan kiriman perlu dijelaskan sebelum bentuk counter ditentukan.
Gambar perjalanan dari pintu masuk ke petugas lalu ke ruang tujuan. Jika tamu harus menunggu pendamping, tempat tunggu tidak boleh membuat orang lain terhalang masuk. Batas antara area pengunjung dan area kerja ditentukan bersama pengelola kantor.
Susun titik pelayanan dan tunggu
| Kegiatan | Kebutuhan ruang | Yang diperiksa |
|---|---|---|
| Menanyakan tujuan | Posisi berhadapan dengan petugas | Pandangan, jarak berbicara dan tempat meletakkan barang |
| Menunggu pendamping | Duduk atau berdiri sesuai kebutuhan kantor | Jalur pintu, akses fasilitas serta posisi kelompok tamu |
| Menerima kiriman | Tempat serah barang dan penyimpanan sementara | Ukuran kemasan dan jalur pengambilan oleh staf |
| Kerja petugas | Perangkat, dokumen dan ruang gerak | Bukaan laci, kabel serta akses masuk ke belakang counter |
Contoh ilustratif: area tunggu memiliki dua kursi tunggal dan satu bangku untuk dua pengguna sesuai produk yang dipilih, sehingga tersedia empat posisi duduk. Hitungan tersebut belum memastikan jalur dan ruang berdiri cukup. Gunakan ukuran luar furniture serta keadaan pintu terbuka pada denah.
Rancang counter dari dua sisi pengguna
Periksa permukaan dari sisi tamu dan sisi petugas. Bentuk dekoratif depan counter tidak boleh menutup ruang kerja, posisi perangkat atau akses kaki di belakangnya. Bagian untuk menerima dokumen atau menulis perlu mengikuti kegiatan pelayanan yang disepakati.
Minta pengelola menentukan kebutuhan pengguna dengan cara berinteraksi yang berbeda. Bila diperlukan bagian pelayanan khusus atau aksesibilitas tertentu, detailnya dikoordinasikan dengan pihak yang sesuai dan diperiksa dari penggunaan nyata.
Monitor, dokumen dan barang petugas ditempatkan agar kegiatan pelayanan dapat berlangsung tanpa memamerkan informasi kerja kepada pengunjung. Penataan ini dibahas sebagai kebutuhan furniture dan arah pandang; aturan pengelolaan data tetap ditentukan oleh kantor.
Tentukan informasi arah dan cahaya
Identitas kantor perlu terlihat dari pintu masuk. Informasi arah ditentukan dari tujuan yang benar-benar dapat diakses tamu; terlalu banyak label dapat membuat titik penerimaan sulit dibaca. Periksa ukuran serta keterbacaan dari jarak kedatangan.
Cahaya pada petugas dan tamu sebaiknya diperiksa dari kedua sisi counter. Permukaan mengilap, kaca dan layar dapat menghasilkan pantulan. Logo atau panel latar disusun bersama jalur kabel serta akses perawatannya.
Pisahkan lingkup biaya dan uji pelayanan
RAB mencantumkan counter, furniture tunggu, penyimpanan, identitas ruang, pencahayaan dan pekerjaan permukaan. Untuk counter custom, tulis ukuran, bahan inti, finishing, hardware serta akses kabel. Perangkat dan sistem kantor dicatat terpisah bila tidak termasuk.
- Coba kedatangan tamu, pelayanan dan perjalanan ke tempat tunggu.
- Periksa akses petugas serta bukaan laci dan penyimpanan.
- Coba menerima kemasan contoh tanpa menutup pintu.
- Periksa keterbacaan informasi serta kecocokan furniture dengan penawaran.
Pembagian area pengunjung dan staf pada seluruh kantor dapat dilihat pada interior kantor. Pertemuan setelah tamu diterima dibahas pada ruang rapat.
Ditinjau 12 Oktober 2026. Contoh hitungan adalah ilustrasi perencanaan, bukan data transaksi pelanggan.

